Pengertian, Rumus & Cara Menghitung Return on Asset (ROA)

Menurut Hanafi dan juga Halim (2003 : 27) , Return on Assets (ROA) adalah rasio keuangan perusahaan yang terkait dengan potensi keuntungan mengukur kekuatan perusahaan membuahkan keuntungan atau juga laba pada tingkat pendapatan, aset dan juga modal saham spesifik.

Pengertian, Rumus & Cara Menghitung Return on Asset (ROA)

Dengan tahu ROA, kita bisa menilainya apakah perusahaan sudah efektif dalam memakai aktivanya dalam aktivitas operasi untuk membuahkan keuntungan.

Laba bersih (net income) adalah ukuran pokok keseluruhnya kesuksesan perusahaan.

Laba bisa memengaruhi kekuatan perusahaan untuk memperoleh utang dan juga pendanaan ekuitas, posisi likuiditas perusahaan dan juga kekuatan perusahaan untuk beralih.

Jumlah keuntungan (laba) yang didapat dengan teratur dan kecenderungan atau juga tren keuntungan yang bertambah adalah satu aspek yang begitu utama yang butuh memperoleh perhatian penganalisa didalam menilainya keuntunganabilitas satu perusahaan.

Munawir (2001 : 57) menerangkan kalau keuntunganabilitas atau juga rentabilitas dipakai untuk mengukur efisiensi pemakaian modal dalam satu perusahaan dengan memperbandingkan pada laba dengan modal yang dipakai dalam operasi, oleh karenanya keuntungan yang besar tak menanggung atau juga bukanlah adalah ukuran kalau perusahaan itu rentable.

Untuk manajemen atau juga pihak-pihak yang lain, rentabilitas yang tinggi lebih utama dari pada keuntungan yang besar.

Menurut Mardiyanto (2009 : 196) ROA yaitu rasio yang dipakai untuk mengukur kekuatan perusahaan dalam membuahkan laba yang datang dari kesibukan investasi.

Menurut Dendawijaya (2003 : 120) rasio ini dipakai untuk mengukur kekuatan manajemen dalam peroleh keuntungan (laba) keseluruhannya.

Makin besar ROA, makin besar juga tingkat keuntungan yang diraih oleh perusahaan itu dan juga makin baik juga posisi perusahaan itu dari sisi pemakaian asset.

Menurut Lestari dan juga Sugiharto (2007 : 196) ROA yaitu rasio yang dipakai untuk mengukur keuntungan bersih yang didapat dari pemakaian aktiva.

Dengan kata lain, makin tinggi rasio ini jadi makin baik produktivitas asset dalam peroleh keuntungan bersih.

Hal semacam ini setelah itu bakal tingkatkan daya tarik perusahaan pada investor. Penambahan daya tarik perusahaan jadikan perusahaan itu makin disukai oleh investor, lantaran tingkat pengembalian atau juga deviden bakal makin besar.

Hal semacam ini akan beresiko pada harga saham dari perusahaan tersebut di pasar modal yang bakal makin bertambah hingga ROA bakal punya pengaruh pada harga saham perusahaan.

Menurut Lestari dan juga Sugiharto (2007 : 196) angka ROA bisa disebutkan baik jika 2%.

ROA bisa menolong perusahaan yang sudah menggerakkan praktek akuntansi dengan baik agar bisa mengukur efisiensi pemakaian modal yang menyeluruh, yang peka pada tiap-tiap hal yang memengaruhi kondisi keuangan perusahaan hingga bisa di ketahui posisi perusahaan pada industri.

Hal semacam ini adalah satu diantara langkah dalam rencana kiat.

Rumus untuk mengkalkulasi ROA yaitu seperti berikut :

ROA = Laba Bersih X 100% Keseluruhan Aset

Pengertian, Rumus & Cara Menghitung Return on Asset (ROA) | Raden Winata | 4.5